Blogosphere makin hari semakin terlihat gemerlap. Silau lampu, kontes dan dollar silih berganti menghiasi dunia yang semakin membingungkan ini. Mungkin itulah ungkapan yang ingin dikatakan oleh sekumpulan pencuri bego. Pencuri yang hanya bisa melihat gegap gempita-nya dunia dari kejauhan. Dari sisi dunia yang terbuang.
Pencuri bego.. bahkan boleh saja disebut
sangaaaaaaaatt begooooooooo..!! Pencuri yang sejak dulu tersesat, diam-diam ingin mencari jalan kebenaran. Namun apa daya, dia sendiri tidak tau mana yang benar dan mana yang salah. Wajar saja.., mereka yang paham betul akan kebenaran, enggan berbagi apalagi mau mengajari. Pencuri pun semakin hari semakin bego.., dan tidak sadar telah terlalu asyik dengan kebegoannya.
Pencuri itu, kini semakin bego saja. Betapa tidak..?! Waktunya ia habiskan untuk menuntut ilmu, berguru pada
Anak SD yang bodoh. Iya..
Pencuri itu benar-benar bego, mau-maunya berguru pada Anak SD yang bodoh. Anak SD yang bodoh.., entah siapa dia.., yang tersiar kabar.., dia hanyalah anak kecil bodoh yang mengajarkan ilmu tak berguna. Ajaran yang bisa saja digolongkan pada kesesatan. Namun apa daya.., pencuri bego itu tidak juga sadar. Bahkan semakin giat mempelajari ilmu yang tak berguna. Ilmu yang pada hakikatnya hanya akan membawa kesialan.
Bego, bego dan bego..!! Dunia semakin keras mengejek dan menghina pencuri.. pencuri bego. Sudah terlambat untuk meratapi nasib. Namun belum terlambat untuk berbuat kebaikan. Apa.. apa yang bisa kamu perbuat pencuri bego?! Sementara gurumu hanyalah Anak SD yang bodoh, dan tak tau apa-apa.
"Aku tak peduli.. aku tak peduli, ilmu apa yang aku dapatkan. Aku pun tak mau tau, apakah aku berada di jalan yang benar. Salah siapa? Salah kalian wahai tuan dan nyonya yang pahambetul akan kebenaran.., namun sekali pun kalian tak mau berbagi dengan kami..!!", kata pencuri bego mencari pembenaran atas kebegoannya.
"Apalagi aku.. aku hanyalah Anak kecil.., anak SD yang bodoh. Tidak semestinya kalian para pencuri bego belajar padaku. Apa yang kalian harapkan dariku?! Sementara aku hanya punya ilmu sesat, ilmu yang
100% ngawur dan tak berguna sedikitpun. Kalian salah.. salah jika kalian pikir aku bisa membawamu pada jalan kebenaran. Sadar lah.. sadarlah wahai pencuri bego..!! Cari lah jalanmu sendiri.., walau mereka yang "paham akan ilmu dan kebenaran" enggan berbagi, apalagi mengajari kalian..!!", Anak SD pun angkat bicara.
Apa kata pencuri bego itu, "Tapi guru.., jalan kebenaran itu kini semakin tak kelihatan. Tuan dan nyonya itu semakin lupa ketika harta dan nama besar menghiasi kehidupan mereka. Apapun yang terjadi.., kami, sekumpulan pencuri bego akan tetap bersama mu. Mencoba mengais ilmu darimu. Kami tak peduli apa yang guru ajarkan. Yang kami tahu.., bagaimana kami bisa makan dan bertahan dengan kebegoan kami. Kami enggan lagi untuk bertanya pada Tuan dan Nyonya. Karena mereka tak pernah menanggapi kesusahan dan kebimbangan kami. Apakah ini balasan bagi kami..?! Kami yang telah ikut mengangkat nama mereka sehingga mereka kini kaya akan harta dan nama besar. Namun sayang guru.., mereka kini buta.. mereka kini bisu dan semakin tuli.. Tak pernah sekalipun mendengar keluhan kami. Guru, kami tahu Anda hanyalah Anak SD yang bodoh. Namun kami senang bersamamu.. kami semua senang akan arti kebersamaan yang kau ajarkan. Kebersamaan yang membuat kami -para pencuri bego- tetap bertahan. Di alam yang semakin ganas dan tak bersahabat. Kami tak peduli dan tak mau tau walau sebenarnya kami tahu Anda hanyalah Anak SD yang bodoh. Namun dibandingkan dengan mereka -Tuan dan Nyonya- Anda lebih berarti.. karena kebodohan dan kesialan yang kau ajarkan, membuat kami tetap bisa makan dan bertahan..!!"
"Dasar..!! Kalian benar-benar pencuri bego dan tak tau malu..!", Anak SD yang bodoh mulai naik pitam.
"Malu..!! malu guru?! Kami semua sudah lupa apa arti kata itu. Kata itu rasanya sudah tak ada lagi saat ini. Lihatlah mereka guru. Tuan dan nyonya.., orang-orang yang sangat, sangat dan sangat paham akan arti kebenaran, lihatlah guru..!! Apakah mereka masih punya malu. Mereka hanya tau apa itu uang.., apa itu nama besar.., karena itulah yang selalu mereka pamerakn dan mereka pertontonkan kepada kami, pencuri bego. Pamer, pamer dan pamer.. tapi.., ketika kami tanya bagaimana caranya semua itu, mereka diam.. diam seribu bahasa..!! Mungkin guru.., mereka takut.., mereka tidak siap untuk disaingi oleh kumpulan pencuri bego macam kami. Sudah lah guru..!! Kami semua telah lelah.. dan bingung.., kemana lagi kami harus berguru.. Sementara perut kami semakin lapar.., otak kami semakin beku dan nafas kami semakin sesak. Harapan kami sangat sederhana, tak banyak dan tak muluk-muluk.. Kami hanya ingin makan dan bertahan dibawah kebegoan kami. Apakah itu salah.. salah kah guru..!! Guru.., jangan kau diam membisu..!! Katakan pada kami.., apakah itu salah..?!", pencuri bego dalam kebimbangan.
Sementara..,
Anak SD yg bodoh dan tak pantas disebut guru itu hanya diam.. diam.. tak tau lagi apa yang harus dia ucapkan. Yang ia tau.., masih ada harapan.., harapan kecil untuk tetap bertahan dalam kebegoan dan kebodohan. Ia pun tersadar.. bukan kebegoan, atau pun kebodohan, yang membuat mereka tetap bertahan. Namun kebersamaan.., iya.., kebersamaan yang sangat sayang untuk dilupakan.
Pencuri bego itu kembali bertanya dan bertanya hingga membuat Anak SD yang bodoh pusing. Bahkan anggota pencuri bego pun kini mulai bosan pada pencuri bego yang selalu bertanya itu..
"Jawab guru..!! Salahkah kami..?! Lalu apa lagi guru..?!!", tanya pencuri bego membabi buta.
Yang ditanya masih diam.., sementara pencuri bego lainnya nyeletuk,
"Ternyata kamu benar2 bego val.. dari td nanya melulu..!!" wekekeekek, semuanya tertawa.. termasuk
pencopet dan perampok yang dari awal membaca dan mendengar kisah ini, juga Anak SD bodoh yang sedari tadi diam..
p.s. Pencuri bego, pencopet dan para perampok serta Anak SD yang bodoh pun sadar dan mulai berucap.., "Master kok pelit..!!
Haruskah Master itu pelit..?!"Teriring salam hormat kami kepada para Master yang selalu berbagi dan mengajari kami. Bagi Master yang pelit.., salam kenal saja. Maap, stok salam hormat saya tinggal dikit.. 